... hope my two cents worth...

" So why is it precious?"

"Because besides my full-time job as a wife to Arie, a mother, cook, driver, nanny, cleaner, gardener, entertainer (and so on an on and on) to my lil princess Nicole, I have only very little time for myself to do my own thing except the necessity, thus I really need to spend that time wisely.
In the need of "sharing" things inside my mind to keep my sanity, so here we are...

.. and I hope my two cents worth..."



Thursday, January 20, 2011

Idealism VS Reality

Hmmm... memang hidup tuh menuntut kita untuk engga pernah berhenti belajar... salah satunya dengan punya anak. Kedengerannya gampang, hal yang biasa, oh si ini punya anak oh si itu anaknya 4, dsb. Ngejalaninnya yang ga biasa... hahaha...

Yah maklum deh, baru pertama kali jadi mama, dan bisa dibilang untuk kondisi seperti gue (dan Arie) yang hidup jauh dari keluarga, ga ada bantuan siapa2 buat ngurus anak (plus urusan rumah tangga), bukan tugas yang gampang. Kenapa gue pake istilah tidak mudah? karena dibilang sulit juga engga. nah bingung kan? Mari gue bikin tambah bingung... hehehe...

Kalo dipikir-pikir, sebagian besar orang di dunia ini kerja di suatu bidang karena punya pengetahuan di bidang itu, misalnya orang jadi arsitek karena dia sekolah dibidang tersebut. Ataupun misalnya banyak kan kejadian orang yang sekolahnya apaaa tapi kerjanya beda, nah biasanya orang-orang ini akan dapet training dulu karena bidang pekerjaannya berbeda dari pendidikannya. Tapiiii jadi orang tua, yang tanggung jawabnya paling besar dibandingkan pekerjaan apapun di dunia ini karena nyawa seorang manusia yang masih tidak berdaya ada di tangan kita dan jam kerjanya super long hours, alias 24 jam, engga ada tuh sekolah jurusan menjadi orang tua atau training untuk menjadi orang tua... lucu kali yah kalo ada titel sarjana pendidikan orang tua ideal... atau master of parenting skill.. hihihi... kenapa yaaa?

Jawabannya mungkin karena bidang pekerjaan yang satu ini tidak menghasilkan uang. :p atau, emang hal ini engga bisa dipelajari lewat pendidikan formal.

Contoh nyata.
Idealnya seorang anak usia 16 bulan makan 3 kali sehari, snack in between meals, minum susu sekitar 400ml.
Kenyataannya, kadang cuma mau makan 2 kali sehari tepi ngemilnya banyak banget dan minum susunya banyak, kadang makannya lahap banget tapi susunya seret.
Contoh lain.
Idealnya anak usia setahun sudah mulai jalan beberapa langkah.
Kenyataannya anak gue 10 bulan udah bisa jalan 5 langkah dan anak temen gue setahun aja belum bisa berdiri sendiri tanpa pegangan sesuatu.
Masih banyak banget contoh2 lainnya.

Hari ini gue bener2 menyadari untuk lebih santai dalam merawat anak. Gue kadang terlalu perfeksionis jadinya stress sendiri. Karena makin gede Nic makin pinter, dan gue ga bisa memaksakan kehendak gue sama dia, kalo gue paksa makan tapi dia lagi gak mood atau ga doyan makanannya, yah ga bisa apa2 deh.

Intinya punya anak harus SABAR, KREATIF dan BANYAK BERTANYA jadi kalo masakan yang udah susah susah kita buat dilempar ke ujung ruangan yah harus sabar dan cari jalan lain supaya dia mau makan, ntah dinyanyiin, diajak bercanda, atau dikasih makanan lain. Kalo mentok, tanya2 deh sama temen yang udah pengalaman atau reserach di buku dan forum di internet.

Gue yakin semua orang yang udah dikasih berkat Tuhan untuk punya anak dengan sendirinya akan belajar dan bisa merawat anak yang dipercayakan Tuhan kepadanya. It's a learning by doing thing. Moga-moga gue bisa memberikan yang terbaik buat anak gue. Amin.

No comments:

Post a Comment