... hope my two cents worth...

" So why is it precious?"

"Because besides my full-time job as a wife to Arie, a mother, cook, driver, nanny, cleaner, gardener, entertainer (and so on an on and on) to my lil princess Nicole, I have only very little time for myself to do my own thing except the necessity, thus I really need to spend that time wisely.
In the need of "sharing" things inside my mind to keep my sanity, so here we are...

.. and I hope my two cents worth..."



Monday, January 31, 2011

Bahasa Indonesia vs English

Dari dulu gue coba nulis pake bahasa indonesia, tapi entah kenapa kalo gue yang nulis dan gue baca lagi, rasanya aneh banget. Mungkin karena keseringan bikin paper waktu kuliah mass comm di Nanyang dulu, atau emang engga bakat jadi penulis. Tapi gue pengen nulis, lho? hehehe yah gitu deh gara-gara waktu mudanya sering nontonin sex and the city jadi terinspirasi sama Carrie Bradshaw. Doooh...

Sebenernya gue nulis pake bahasa Indonesia ada maksudnya, yaitu supaya nyokap gue bacanya gampang, tapi engga efek tuh, kayaknya engga dibaca juga sama si mama. Mubazir deh. Tapi ada tujuan lain sih, siapa tau aja nanti kalo Nic udah gede dia mau baca tulisan mamanya, jadi melatih dia belajar bahasa Indonesia, walaupun bukan yang baik dan benar sesuai EYD. Masih berlaku gak yah tuh EYD, ejaan bahasa indonesia yang disempurnakan... cieeehhh..... gue masih inget aja.

Sebenernya ada beberapa hal yang lebih cocok diungkapkan dengan bahasa Indonesia dan ada yang rasanya lebih pas aja kalo pake bahasa Inggris. Jadi sudah gue putuskan untuk nulis pake bahasa tergantung mood gue... hehehe... terserah gue dong yah, namanya juga blog gue.... weee.
Tapi akan gue usahakan semaksimal mungkin untuk konsisten per topik jadi kalau misalnya kali ini gue udah pake bahasa indonesia, yang keseluruhannya akan bahasa indonesia, gak dicampur-campur bahasa inggris kayak gado-gado. Seperti yang udah gue lakin sebelum ini walau sebenernya gue engga suka.... yah maklum deh waktu itu kan masih bimbang... indo apa inggris yaaa... inggris apa indo yah.... ;)

The Beauty of Toddlerhood

Have you ever feel some annoying thing that is actually quite funny as long as you are not the victim of the act?

Yesterday i was really tired, maybe because it was Monday and i was lost my temper too because Nic wasn't in a good mood, so obviously I don't feel love as much as I normally have for her :p
But she didn't let that last for long when i found her shoe inside the refrigerator! It annoyed me to have an extra job to clean the dirt from the shoe's sole, but also on the other hand it i just can't hide my chuckle and be reminded of how cute she is and how i love her deeply.

Senasib Seperjuangan

I wonder how could i feel better to know some people has a same hump on their path as i do. Is it natural or just an evil side of me?

Belakangan ini Nic susah lagi makannya... masi untung dia udah engga ngemut makanan. Ya iyalaah ya, dokter gue juga udah bilang kalo siap-siap aja Nic bakalan ga pengen makan, dia sakit dan tenggorokannya merah bgt.
Tapi namanya jadi mama, susah aja rasanya ngeliat anaknya ga mau makan... jadi parno sendiri.
Alesannya takut dia tambah sakit kalo ga makan (boong banget!) padahal takut anaknya nanti kurus dan kalo kurus orang-orang bakalan mempertanyakan kredibilitas mamanya ngurus sang anak :(

Alhasil gue nyari-nyari artikel atau forum ibu-ibu di internet. Pas ngebaca kalo ini adalah suatu musim yang akan berlalu dan banyaaak banget ibu-ibu di seluruh dunia yang ngalamin hal yang sama bahkan lebih parah lagi, gue langsung berasa mendingan... mendingan loh, bukannya feel good. Jahat ga tuh? Engga dong ya, gue kan engga lantas jadi bahagia karena banyak anak yang makannya susah, gue cuma ngerasa lebih baik karena tau kalo Nic bukan anak yang aneh sendiri.

Setiap kali Nic makannya susah, emang musiman... kadang bisa gampang dan napsu banget, kadang bisa susah kayak sekarang, gue pasti stress. Stress + badan cape = marah-marah :(

Sunday, January 30, 2011

PlayDough

Resep PLAYDOUGH nih :)

Ingredients
2 cups of plain flour
4 tablespoons of ‘cream of tartar’
2 tablespoons of cooking oil (or baby oil for a nicer smell)
1 cup of salt
2 cups of boiling water
Couple of drops of food colouring

Method
Pop everything in a bowl and mix, it’s that easy!

Storage: This playdough will keep in the fridge wrapped in cling wrap for weeks or until it gets all hairy and grubby!

Friday, January 21, 2011

Banana Bread

Hari ini bake banana cake, gara2 N saking senengnya sama ni makanan dan mamanya mau ngirit ga mau terus2an beli 1 slice harganya $3.50 sementara kalo bikin sendiri udah dapet seloyang... hehehe...



Moist and delicious banana bread is easy to make with this mum-tested recipe from Kidspot. It can easily be toasted to serve with butter or transformed into a gluten-free recipe by substituting the flour and baking powder for a gluten-free variety.

Serving Size:

Makes 10-12 slices

Special Info:

Lactose free, Nut free

Ingredients:

  • 2 cups plain flour
  • 2 teaspoons baking powder
  • 1 teaspoon ground cinnamon
  • ½ cup caster sugar
  • ½ cup brown sugar
  • 2 eggs, lightly beaten
  • 1/3 cup (80mL) oil
  • 1 teaspoon vanilla extract
  • 4 ripe bananas, mashed
  • Butter and honey, to serve

Method:

Preheat the oven to 180°C. Grease and line the base of a loaf pan (mine is 11cm x 21cm).

Sift the flour, baking powder and cinnamon into a large bowl. Stir in the sugars. In a separate bowl, combine the eggs, oil and vanilla. Add to the dry ingredients with mashed banana and fold until just combined - do not overmix.

Place in the loaf pan and bake for 50 minutes or until a skewer inserted into the middle of the loaf comes out clean. Allow to cool for 10 minutes, then remove to a wire rack and slice thickly. Serve spread with butter and drizzled with honey.

Notes

  • A great summer holiday treat. Banana bread is great for morning and afternoon teas, but my favourite is toasted slices with a coffee—cake for breakfast! Our sandwich press toasted its last sandwich a good few months ago and since receiving a sparkly new one for Christmas (thanks Dad and Lyn) we are finding excuses to toast everything.
  • I make this gluten free using gluten free plain flour (eg Orgran or White wings) and gluten-free baking powder.
  • Recipe created by Melissa Hughes for Kidspot.

    Chocolate Banana Bread

    Serving Size:

    10

    Ingredients:

    • 125g unsalted butter, softened
    • ½ cup caster sugar
    • ½ cup brown sugar
    • 2 eggs
    • 1 teaspoon vanilla extract
    • 4 small ripe bananas, mashed
    • 100g (3/4 cup) good-quality dark chocolate, chopped
    • 2 cups plain flour
    • 2 teaspoons baking powder

    Method:

    Preheat oven to 180°C. Butter a 19 x 11cm loaf tin and line with baking paper.

    Cream butter, then beat in sugars until pale and creamy.

    Add eggs one at a time, beating well between each addition.

    Add vanilla, then bananas, chocolate and sifted flour and baking powder.

    Mix until just combined.

    Pour into prepared pan and bake for 45-50 minutes or until a skewer inserted into the middle of the cake comes out clean.

    Cool in tin for 5 minutes, then turn onto a wire rack to cool. Serve in thick slices with butter. Yum.

    Notes:

    • Now that you don’t need to refinance your home to buy bananas, you probably have school-battered bananas coming home in lunch-boxes or moulding quietly in the fruit bowl, this is a fantastic use for them.

    • My child that flatly refuses banana smoothies is more than happy to eat a slice or two of this “cake with choc chips”.

    • I make this bread with my gluten-free flour and baking powder, nobody notices the difference and I get to enjoy it too!
    • Recipe created by Melissa Hughes for Kidspot.

Thursday, January 20, 2011

Idealism VS Reality

Hmmm... memang hidup tuh menuntut kita untuk engga pernah berhenti belajar... salah satunya dengan punya anak. Kedengerannya gampang, hal yang biasa, oh si ini punya anak oh si itu anaknya 4, dsb. Ngejalaninnya yang ga biasa... hahaha...

Yah maklum deh, baru pertama kali jadi mama, dan bisa dibilang untuk kondisi seperti gue (dan Arie) yang hidup jauh dari keluarga, ga ada bantuan siapa2 buat ngurus anak (plus urusan rumah tangga), bukan tugas yang gampang. Kenapa gue pake istilah tidak mudah? karena dibilang sulit juga engga. nah bingung kan? Mari gue bikin tambah bingung... hehehe...

Kalo dipikir-pikir, sebagian besar orang di dunia ini kerja di suatu bidang karena punya pengetahuan di bidang itu, misalnya orang jadi arsitek karena dia sekolah dibidang tersebut. Ataupun misalnya banyak kan kejadian orang yang sekolahnya apaaa tapi kerjanya beda, nah biasanya orang-orang ini akan dapet training dulu karena bidang pekerjaannya berbeda dari pendidikannya. Tapiiii jadi orang tua, yang tanggung jawabnya paling besar dibandingkan pekerjaan apapun di dunia ini karena nyawa seorang manusia yang masih tidak berdaya ada di tangan kita dan jam kerjanya super long hours, alias 24 jam, engga ada tuh sekolah jurusan menjadi orang tua atau training untuk menjadi orang tua... lucu kali yah kalo ada titel sarjana pendidikan orang tua ideal... atau master of parenting skill.. hihihi... kenapa yaaa?

Jawabannya mungkin karena bidang pekerjaan yang satu ini tidak menghasilkan uang. :p atau, emang hal ini engga bisa dipelajari lewat pendidikan formal.

Contoh nyata.
Idealnya seorang anak usia 16 bulan makan 3 kali sehari, snack in between meals, minum susu sekitar 400ml.
Kenyataannya, kadang cuma mau makan 2 kali sehari tepi ngemilnya banyak banget dan minum susunya banyak, kadang makannya lahap banget tapi susunya seret.
Contoh lain.
Idealnya anak usia setahun sudah mulai jalan beberapa langkah.
Kenyataannya anak gue 10 bulan udah bisa jalan 5 langkah dan anak temen gue setahun aja belum bisa berdiri sendiri tanpa pegangan sesuatu.
Masih banyak banget contoh2 lainnya.

Hari ini gue bener2 menyadari untuk lebih santai dalam merawat anak. Gue kadang terlalu perfeksionis jadinya stress sendiri. Karena makin gede Nic makin pinter, dan gue ga bisa memaksakan kehendak gue sama dia, kalo gue paksa makan tapi dia lagi gak mood atau ga doyan makanannya, yah ga bisa apa2 deh.

Intinya punya anak harus SABAR, KREATIF dan BANYAK BERTANYA jadi kalo masakan yang udah susah susah kita buat dilempar ke ujung ruangan yah harus sabar dan cari jalan lain supaya dia mau makan, ntah dinyanyiin, diajak bercanda, atau dikasih makanan lain. Kalo mentok, tanya2 deh sama temen yang udah pengalaman atau reserach di buku dan forum di internet.

Gue yakin semua orang yang udah dikasih berkat Tuhan untuk punya anak dengan sendirinya akan belajar dan bisa merawat anak yang dipercayakan Tuhan kepadanya. It's a learning by doing thing. Moga-moga gue bisa memberikan yang terbaik buat anak gue. Amin.

Saturday, January 15, 2011

Bisa Karena Biasa

Banyak orang bilang kalo punya bayi itu susah, yang sering jadi alesan utama ya karena bayi masih bangun tiap 2-3 jam sekali. begitu pula di malam hari. Yang menarik buat gue adalah topik pembicaraan gue dan salah satu temen anak design trisakti gue, Ina. Kita engga pernah ngerasa hal ini adalah sebagai beban... ternyata karena kita adalah designer yang sudah terbiasa begadang semasa kuliah dulu buat nyelesaiin arts project dan lanjut kuliah di pagi hari. Hahaha... interesting fact.

Tapi kalo udah anak kedua, lain ceritanya kali yaaa... soalnya kalo anak masih satu, sewaktu dia tidur, kita bisa ikutan tidur. tapi kalau 2 anak, pada waktu pagi hari si anak sulung sudah bangun dan perlu diurusin sementara mamanya agak-agak teler karena masih begadangan ngurusin adiknya. Waaah... bakalan kurang tidur terus tuh.

Gue sama Arie udah mikir-mikir, gimana kalau ngasih Nicole adik tahun ini. Apakah kita siap? apakah Nicole sudah siap?
Pertanyaan yang sulit didapat jawabannya karena banyak pro dan kontra.
Akhirnya Arie berkesimpulan, kalau Nicole udah sukses nyapih dan mulai bisa tidur sendiri, itu artinya kita bertiga sudah siap.

Jadi itulah pr kita berdua... ntah kapan gue siap nyapih dia... hahaha...